Saturday, 4 January 2014

Filled Under:

Ketika Jilbab Mempercantik Raga dan Jiwa


Sebelum menentukan pilihan, mari kita mengkaji beberapa ketentuan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah terlebih dahulu mengenai bagaimana pakaian yang diperkenakan dalam islam bagi kita para muslimah


1.    Menutup seluruh tubuh kecuali yang dikecualikan
Memang banyak pendapat tentang ini.  Wanita menurut sebagian besar ulama berkewajiban menutup seluruh  seluruh anggota tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan.

2.       Bukan Tabarruj dan Libasusy Syuhra
Dandanan yang tabarruj maksudnya adalah yang terlalu berlebihan sehingga lebih menampakan kemubadziran dan bersolek. Tampil anggun memang diperbolehkan, bahkan disarankan dalam islam. Secara fitrah manusia dikaruniai naluri mencintai keindahan. Mari berhias namun tidak terlalu artifisial, terlalu menor, serta berlebihan dalam kosmetik. Ada beberapa rekan yang kosmetiknya saja menghabiskan gaji kerja sebulan. Tentu ini pemborosan namanya. Sedangkan Libasusy Syuhra maksudnya adalah pakaian yang dikenakan dengan tujuan popularitas
“Barangsiapa memakai pakaian untuk mencari popularitas di dunia, Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya di hari kiamat, kemudian membakarnya di neraka. “ (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

3.       Tidak Menampakan Lekuk Tubuh
Pakaian itu dapat menggambarkan tubuh seorang wanita. Hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkannya, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan berobat kepada-Nya.”

4.       Kainnya Tebal
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir masa umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakikatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bonggol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”
Yang dimaksud  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat menggambarkan bentuk tubuhnya. Mereka itu tetap berpakain namanya, tetapi hakikatnya telanjang. Wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah.

5.       Tidak Menyerupai Laki-Laki
Kurang sreg rasanya saat melihat saudari-saudari kita memutuskan untuk tampil tomboy dalam kesehariannya. Tegas bagus, tapi tomboy? Janganlah. Naluri kewanitaan akan lebih cocok jika menampilkan apa yang seharusnya dalam diri. Feminis dan kelembutan sikap menjadi salah satu kelebihan yang patut dipertahankan.
“Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al Hakim, Ibnu Majah)


0 comments:

Post a Comment

Copyright @ 2013 Ya Allah, Bimbing Hamba Menjadi Wanita Salehah.