“Dikawini wanita karena empat sebab, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang kuat beragama niscaya kamu beruntung”. (HR. Bukhari)
Hadis di atas
sebenarnya bisa kita jadikan sebagai pengingat bagi kaum wanita untuk membenahi
dirinya dari empat segi, yaitu harta, keturunan, kecantikan, dan agama.
Ketika
para lelaki menjadikan empat kriteria itu sebagai acuan unuk menyeleksi para
wanita yang layak dijadikan sebagai pendamping hidupnya, seharusnya, para
wanita berusaha semaksimal mungkin mendekatkan dirinya pada keempat kriteria
itu sebagai salah satu upaya perbaikan kualitas diri.
Jika
Rasulullah menyarankan para lelaki yang siap nikah agar memilih perempuan yang
punya beberapa kriteria tersebut, berari perempuan itu adalah perempuan yang
istimewa menurut Rasul. Ini seharusnya bisa dijadikan sebagai motivasi bagi
kaum wanita untuk melakukan perbaikan hari demi hari hingga mendekati kriteria
yang telah ditetapkan oleh Rasulullah.
Pertama,
adalah perbaikan dari sisi harta. Perempuan saa ini tidak tabu lagi melakukan
pekerjaan y ang layak. Banyak sekali posisi yang bisa dijadikan oleh para
perempuan sebagai lahan untuk menjemput rezeki dari Allah. Kecerdasan financial
kaum perempuan tidak jauh berbeda dengan kaum lelaki. Banyak pengusaha sukses
dari kalangan musimah yang bahkan bisnisnya mampu mempekerjakan banyak kaum
pria.
Kedua
adalah keturunan. Meskipun relatif, tetapi pada umumnya perempuan yang baik
biasanya lahir dan dewasa dalam komunitas keluarga baik-baik. Ika kita merasa
keluarga kita masih jauh dari kriteria baik, ini adalah salah satu moivasi
untuk memperbaikinya. Mari kita buktikan bahwa keluarga kita adalah keluarga
yang dapat dijadikan sebagai calon keluarga baru yang bisa menerima calon suami
yang nantinya hidup bersama kita semuanya. Mari buktikan bahwa keluarga kita
adalah keluarga yang layak dijadikan sebagai keluarga yang baik.
Ketiga
yaitu kecantikan. Benar memang bahwa kecantikan wajah bukan segalanya.
Kecantikan hatilah yang paling utama dan yang diperhatikan oleh Allah. Tetapi
kita tahu bahwa menyukai keindahan sudah menjadi fitrah manusia. Tidak ada
satupun manusia yang menyukai sesuau yang jelek dan berantakan. Allah
memperbolehkan menjadikan kriteria canik sebagai pilihan, berari kecantikan
merupakan salah satu karunia Allah yang harus dijaga. Mungkin ada dari kita
yang bertanya “bukannya cantik atau tidak sudah ditetapkan oleh Allah dari
lahir?” benar memang, tetapi sangat disayangkan ketika banyak para muslimah karena
kesibukannya hingga melupakan kerapian dan penampilannya.
Merawat
diri dalam artian yang masih dalam batas kewajaran sungguh diperbolehkan dalam
islam. Karena kecantikan itu nantiny akan dipersembahkan untuk suami yang seumur hidup insyaallah akan
mendampingi kita.
Kriteria
terakhir yakni agama. Ketiga kriteria di atas tidak ada artinya jika agama dan
akhlak kita buruk. Ketiga kriteria itu hanya akan menjadi boomerang jika kita
tidak memiliki keimanan dalam hati.
“Kalau wanita mempunyai akhlak baik dan cara berpikir
positf, Ia adalah angka 1. Kalau ia juga cantik imbuhkan angka 0, jadi 10.
Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0 jadi 100. Kalau ia cerdas, imbuhkan
lagi 0, jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki
yang pertama, ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali” (Muhammad bin Musa Al
Khawarizmi)

0 comments:
Post a Comment